Jumat, 06 Maret 2015

Aku Tersindir

Ada yang menggelitik dan membuatku malu atas apa yang aku katakan hari ini. Saat memberikan sedikit saran dan share pengetahuan kepada adik-adik angkatan 2014 yang ingin belajar menulis. Memang benar kata orang, berteori dan berbicara itu gampang. Tapi, untuk merealisasikan teori-teori itu tak mudah. Aku seolah tersindir dengan apa yang aku ucapkan sendiri. Di depan mereka aku bercuap-cuap tentang apa yang aku ketahui kalau mau belajar menulis (alias mengco-pas kata-kata Pak *****) padahal, aku sendiri masih belum bisa mempraktikkannya dengan baik.

Aaah… kau tahu tanganku jadi gatal, ingin menari di atas keyboard. Otakku berpikir keras mencari puing-puing ide yang pernah singgah. Yang mungkin belum terhapus oleh segala memori yang tak jelas. Semangat dan motivasi itu hadir dan mengantarkanku duduk di depan layar, di tengah kesunyian malam ini. Menulis apa yang sedang terlintas di otak.

Aku rasa motivasi itu tak perlu aku cari. Tapi, aku harus menemukannya. Karena motivasi itu bukan hanya sekedar semangat pendorong untuk melakukan sesuatu. Tapi motivasi lebih kuat dari itu. Motivasi adalah roh yang akan membangkitkanku dari tidur panjangku selama ini. Malas adalah virus yang sering menjangkitiku di saat aku ingin memulai dan motivasi itulah antivirusnya. Motivasi yang kuat, sepertinya hari ini aku mulai menemukanmu... jangan kemana-mana lagi yah....***

#ayo Wulan kamu bisa 

Senin, 16 Februari 2015

Puisi

Dita adalah seorang gadis biasa. Dia tidak suka keramaian dan menjadi pusat perhatian orang. Dia lebih suka ke tempat yang sepi dan menyendiri disaat orang lain sedang berkumpul. Dia lebih suka menghabiskan waktu di perpustakaan membaca buku, daripada nongkrong di kantin bersama teman-teman. Dia lebih memilih diam disaat orang lain berbicara. Pendiam, tertutup, dan kuper. Karena itulah tidak banyak yang mau berteman dengannya. Tapi Dita tidak pernah merasa sepi dan sendirian. Karena buku dan sunyi adalah temannya.

Seperti biasa saat jam istirahat tiba Dita akan melangkahkan kakinya ke perpustakaan dengan menenteng sebuah buku yang tebalnya sekitar 500 halaman. “Mau pinjam buku lagi Dita?” sapa penjaga perpustakaan yang sudah mengenal Dita sebagai pengunjung tetap di perpustakaan.

“Tidak Bu, hanya mau numpang baca saja.” Jawab Dita dengan senyum ramah lalu berjalan menuju bangku yang biasa ia tempati.

Saat Dita baru saja duduk tiba-tiba, terdengar suara teriakan dari bawah meja. “Aaaaaaaaaa…” Kaget Dita langsung menoleh kearah suara tersebut. Di sana dia mendapati seorang cowok sedang meringis kesakitan.  

“ Kamu kenapa?” tanyanya polos.
Cowok itu tidak menjawab hanya tangan kirinya yang bergerak menunjuk kaki Dita yang menginjak jari tangan kanannya.

“Oh sorry, sorry“ Kata Dita sambil memindahkan kakinya yang menginjak jari cowok itu. Kemudian Dita membantu cowok itu keluar dari kolong meja.

“Tidak papa, aku yang salah tidur di kolong meja.” kata cowok itu. Dita hanya tersenyum lalu beranjak pergi, tapi cowok itu menarik lengannya “Tunggu”. Dita berbalik dan pandangan mereka beradu sesaat. “Anandita Yuliana” ucap cowok itu membaca papan nama Dita. Kemudian matanya beralih ke tangan Dita yang memegang sebuah buku. “Kamu suka baca buku disini?” Dita hanya diam dan menarik lengannya yang masih dipegang cowok itu. Kemudian melangkah untuk pergi. Baru beberapa langkah, Dita mendengar suara cowok itu lagi. “Kamu tidak tahu siapa aku?” Dita menghentikan langkahnya dan berbalik menatap cowok itu. Dia belum pernah melihat cowok itu sebelumnya.

“Memangnya kamu siapa” seiring pertanyaan itu keluar dari mulut Dita bel tanda istirahat selesai berbunyi. Ditapun langsung pergi meninggalkan cowok itu yang masih berdiri terpaku di tempatnya.

Siang itu Dita sedang berjalan menuju perpustakaan. Saat melewati lapangan, Dita menghentikan langkahnya. Dia melihat cowok yang kemarin ditemuinya di perpustakaan. Cowok itu sedang bermain basket bersama beberapa orang. Tampak dia sedang berlari dan memutar tubuhnya menghindar dari lawan dengan sesekali memantulkan bola ke tanah. Kemudian dengan santai melempar bola itu ke ring. Bola itu sempat berputar-putar beberapa saat sebelum akhirnya masuk ke dalam ring dan terpantul di tanah. Tepuk tangan terdengar dari beberapa orang yang sedang menyaksikan di pinggir lapangan. Sementara cowok itu terlihat sedang tertawa sembari melakukan tos dengan dua temannya. Dita tersenyum menyaksikan pemandangan itu ,“Siapa sebenarnya dia?” ucap Dita lirih.

Dita adalah orang yang tidak suka dengan keramaian, sehingga Dita selalu berusaha datang sekolah sepagi mungkin. Selain itu ada hal yang selalu dia lakukan saat baru tiba di sekolah. Tapi sudah beberapa hari ini pikiran dita selalu terganggu oleh bayangan cowok itu. Cowok yang ditemuinya di perpustakaan. “ Siapa sebenarnya dia?” Pertanyaan itu selalu mengusik benaknya.

Dita terus berjalan menyusuri koridor sekolahnya dan  berhenti melangkah di depan mading. Matanya menatap petak kosong di mading itu. Tempat dia selalu menempelkan puisinya di pagi hari. Tapi, keesokan harinya puisi itu pasti tidak akan ditemuinya lagi ditempatnya. Dita menghembuskan nafas, lalu tangannya meraih sebuah kertas dari dalam tasnya. Saat dita hendak menempelkan kertas itu, tidak sengaja dia melihat sebuah artikel di sampingnya. Dengan gambar seorang cowok yang sedang memegang piala. Cowok yang akhir-akir ini mengganggu pikirannya. Untuk beberapa saat Dita memandang foto itu, kemudian matanya beralih kebagian bawah foto dan membaca artikelya.

“Namanya Reynand Aditia,” ucap Dita dalam hati. Dari artikel itu Dita tahu kalau cowok yang ternyata bernama Reynand Aditia itu adalah ketua osis di sekolahnya. “Jadi itu maksudnya.” Dita kembali memandang foto Reynand. “Dia tampan dan pintar,” ucapnya. Tatapan Dita lalu beralih pada kertas yang ada di tangannya. “Aku bukan siapa-siapa,” ucapnya lirih. Ditapun menempelkan puisinya di mading kemudian pergi tanpa menoleh lagi.

Dita tak menyadari ada sepasang mata di ujung koridor yang terus mengamatinya sejak tadi. Saat Dita melangkah pergi, cowok yang sedari tadi memperhatikannya menghampiri mading. Mata cowok itu tertuju pada kertas yang di tempel Dita. Di sudut kertas terdapat inisial AY. Lalu matanya beralih ke poster disamping puisi itu dimana wajahnya terpampang dengan jelas disana. Buru-buru dia mancabut puisi itu dan berlari mengejar Dita.

“AY…” Dita menghentikan langkahnya saat mendengar inisial namanya disebut oleh seseorang. Dita menoleh dan dilihatnya Reynand yang sedang berlari kearahnya. Dengan napas memburu reynand menghampiri Dita. “AY,” Ucap Reynand lagi. dahi Dita berkerut. Bingung melihat Reynand pagi-pagi begini mengejarnya sambil terus mengucapkan inisial namanya.

Seakan membaca kebingungan Dita, reynand mengeluarkan setumpuk kertas dari tasnya. Tentu saja dita langsung mengenali kertas-kertas itu. Kertas-kertas itu adalah puisi-puisinya yang selama ini ditempelkan di mading. Puisi yang tak pernah dilihatnya keesokan harinya. Dan ternyata ada pada Reynand. “AY… Anandita Yuliana” Reynand memecah kesunyian. “ Harusnya aku sudah menyadarinya” kini senyum terukir di wajah tampannya. Dita tidak sanggup untuk mengatakan sepatah katapun untuk menjelaskan perasaannya saat ini. Dia sangat bahagia…. ***



Wulan Supiani

Hujan

Hujan. Aku suka hujan. Tapi dia kadang menakutkan. Seperti malam ini hujan deras mengguyur disertai petir dan angin kencang. Membuatku takut dan hanya bisa meringkuk di balik selimut dengan bantal di atas kepala. Menutupi telinga agar yang terdengar hanya sayup-sayup derai hujan yang jatuh menimpa genting.

Hujan mengingatkanku padamu. Kau seperti hujan. Kadang membuatku jatuh cinta dan hanyut dalam derainya, menyebalkan dan bahkan kadang menakutkan. Membuatku tak berdaya. Tapi kalian memiliki satu perbedaan. Perbedaan yang begitu jauh.  Kau menghangatkanku sedangkan hujan membuatku kedinginan.

Tapi tak akan ada kehidupan tanpa hujan, seperti bumi tanpa matahari dan dunia tanpa udara. Karena unsur kehidupan adalah tanah, air, cahaya, dan udara. Jika salah satu tak ada. Keseimbangan akan hilang. Dan seluruh makhluk takkan dapat hidup. Namun, unsur kehidupanku adalah kamu. Kamu adalah tanah tempatku berpijak. Kamu adalah matahari cahaya penerang jiwaku, kamu adalah udara nafas hidupku dan kamu adalah air penyempurna hidupku. ***

Wulan Supiani

Waktu


Jarum jam terus berdetak. Waktu terus bergulir. Siang telah beranjak menuju senja. Namun, tak tampak semburat jingga di ufuk barat. Sebaliknya, awan gelap dan tebal memenuhi langit. Selang beberapa saat rintik mulai turun bersama angin yang membelai lembut, hingga membuat bulu kudukku meremang. Tak lama, rintik mulai berubah menjadi hujan yang semakin lama semakin deras. Tak ada kilat ataupun petir yang membuat suasana semakin mencekam. Hari pun mulai berganti malam. Meninggalkan aku yang masih mencoba untuk bersama masa lalu. Mencari puing kenangan agar tetap merasa hidup.

Kenangan. Sebuah moment yang walau hanya sedetik pun rasanya begitu berarti. Namun, begitu cepat terlewati. Karena tak ada waktu yang abadi. Detik demi detik berganti dan membuatku terdampar di waktu yang tak kukenali. Waktu di mana aku hanya dapat menjelajah masa lalu. Mencari kenangan.

Dalam gelap ditemani hujan yang tak berniat mengakhiri derasnya. Aku masih terperangkap dalam bayang-bayang masa lalu. Aah… hari ini pun akan segera berlalu dan ternyata waktu sudah terlalu jauh meninggalkanku.  

Bukankah Tuhan sudah berfirman, demi waktu dan manusia berada dalam kerugian? Lalu kemana aku akan mencari waktuku yang hilang? Tak terasa butiran bening jatuh dari sudut mataku. Menangislah jika itu dapat membuatmu lebih baik. Sebuah pepatah bijak mengingatkanku dan satu tetes itu berubah menjadi luapan rasa yang terpendam.

Sementara malam semakin larut, hujan pun tak berhenti menurunkan lebatnya. Aku ingin lelap dengan air mata ini, dengan sejuta kenangan ini. Berharap hujan dapat menghapus semua kenangan itu dan aku tetap hidup.

Cahaya itu menyilaukan, tak ada lagi awan tebal dan gelap. Ternyata sang mentari menyambutku. Ini mimpi dan aku tak ingin bangun lagi.***


 Wulan Supiani

14 februari 2014

Malam minggu di hari valentine yang tak istimewa, seperti biasanya…

Sabtu, 15 November 2014

Komunikasi Antarpribadi


1    1.      Pengertian Komunikasi Antarpribadi Menurut Para Ahli

11.      Menurut (De Vito, 1976)
Komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seorang dan diterima oleh orang yang lain, atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. (Liliweri,1991:12)
22.      Effendy (1986)
mengemukakan bahwa pada hakikatnya komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis, berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung. Komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikator mengetahui pasti apakah komunikasinya itu positif atau negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak, ia dapat memberi kesempatan kepada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.
33.      Dean C. Barnlund (1968)
mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi biasanya dihubungkan dengan pertemuan antara dua orang, atau tiga orang atau mungkin empat orang yang terjadi sangat spontan dan tidak berstruktur.Menurut Rogers dalam Depari (1988) komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi.
Tan (1981) mengemukakan bahwa interpersonal communication adalah komunikasi tatap muka antara dua orang atau lebih orang.
44.      Little John,
Komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara individu-individu
55.      Hardjana,
Komunikasi interpersonal ( interpersonal communication ) atau komunikasi antar  pribadi adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima dapat menanggapi secara langsung pula.

2    2.      Tujuan Belajar Komunikasi Antarpribadi

11.      Mengenal diri sendiri dan orang lain
Salah satu cara untuk mengenal diri kita sendiri adalah melalui komunikasi interpersonal. Komunikasi ini memberikan kesempatan bagi kita untuk meperbincangkan diri kita sendiri. Melalui komunikasi interpersonal kita juga belajar bagaimana dan sejauhmana kita harus membuka diri pada orang lain. Selain itu, komunikasi interpersonal juga akan membuat kita mengetahui nilai, sikap, dan perilaku orang lain. Kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
22.       Mengetahui dunia luar

Komunikasi antar pribadi (KAP) memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek, kejadian dan orang lain. Nilai, sikap keyakinan dan perilaku kita banyak dipengaruhi oleh KAP. Banyak informasi yang kita miliki sekarang berasal dari interaksi interpersonal. Meskipun ada yang berpendapat bahwa sebagian besar informasi yang ada berasal dari media massa, tetapi informasi dari media massa tersebut sering dibicarakan dan dinternalisasi melalui komunikasi interpersonal.

33.      Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna

KAP yg kita lakukan banyak bertujuan  untuk menciptakan dan memelihara  hubungan yg baik dg orang lain. Hubungan tsb membantu mengurangi kesepian dan ketegangan serta membuat kita lebih positif ttg diri kita sendiri. Manusia diciptakan sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, orang ingin menciptakan dan memelihara hubungan dekat dengan orang lain. Kita juga tidak ingin hidup sendiri terisolasi dari masyarakat dan ingin merasakan dicintai dan disukai serta menyayangi dan menyukai orang lain. Oleh karenanya, kita menggunakan banyak waktu berkomunikasi interpersonal yang bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dengan orang lain.




44.      Mengubah sikap dan perilaku

Dalam komunikasi interpersonal sering kita mengubah sikap dan perilaku orang lain. Singkatnya kita banyak mempergunakan waktu untuk mempersuasi orang lain melalui komunikasi interpersonal.

55.      Bermain dan mencari hiburan

Bermain mencakup semua kegiatan untuk memperoleh kesenangan. Seringkali tujuan ini dianggap tidak penting, tetapi sebenarnya komunikasi yang demikian perlu dilakukan, karena bisa memberi suasana yang lepas.

66.      Membantu

Psikiater, psikolog klinik dan ahli terapi adalah contoh profesi yang mempunyai fungsi menolong orang lain. Tugas-tugas tersebut sebagian besar dilakukan melalui komunikasi interpersonal. Kita semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain sebagainya.

33.      Karakteristik Komunikasi Antarpribadi
Judy C. Pearson (1983) menyebutkan enam karakteristik komunikasi antarpribadi yaitu :
1. Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi (self).
Berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri kita, artinya dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita. Contoh : ketika kita berbicara dengan orang lain, maka kita akan mengungkapkan apa yang kita persepsikan



2.  Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional.
Anggapan ini mengacu pada tindakan pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak menyampaikan dan menerima pesan. Contoh : ketika dua orang sedang berkomunikasi, tentu adanya saling bertukar pikiran, perasaan dll.
3.  Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi.
Maksudnya komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang dipertukarkan, tetapi juga melibatkan siapa partner komunikasi kita dan bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut. Contoh : hubungan persahabatan, keluarga, rekan kerja, teman bermain dll.
4.  Komunikasi antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi. Contoh : A dan B ketika berdialog selalu berdekatan supaya bisa di dengar.
5.  Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen) dalam proses komunikasi. Contoh : dialog antara A dan B satu sama lain saling bergantungan
6.  Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang.
Jika kita salah menguapkan sesuatu kepada partner komunikasi kita, mungkin kita dapat minta maaf dan diberi maaf, tetapi itu tidak berarti menghapus apa yang pernah kita ucapkan. Demikian pula kita tidak dapat mengulang suatu pernyataan dengan harapan untuk mendapatkan hasil yang sama, karena dalam proses komunikasi antar manusia, hal ini akan sangat tergantung dari respons partner komunikasi kita.
Menurut Barnlund (dikutip dalam Alo Liliweri: 1991), ciri-ciri mengenali komunikasi antarpribadi sebagai berikut:
1.  Bersifat spontan.
2.  Tidak berstruktur.
3.  Kebetulan.
4.  Tidak mengejar tujuan yang direncanakan.
5.  Identitas keanggotaan tidak jelas.
6.  Terjadi sambil lalu.
De Vito (1976) mengemukakan suatu komunikasi antar pribadi mengandung ciri-ciri :
1.      Keterbukaan (Openess), yaitu kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antar pribadi.
2.      Empati (Empathy), yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain.
3.      Dukungan (Supportiveness), yaitu situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif.
4.      Rasa positif (positiveness), seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
5.      Kesetaraan atau kesamaan (Equality), yaitu pengakuan secara diamdiam
bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.
Menurut Evert M.Rogers dalam Depari (1988) ada beberapa ciri komunikasi yang menggunakan saluran antar pribadi adalah:
1.      Arus pesan yang cenderung dua arah
2.      Konteks komunikasinya tatap muka
3.      Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi
4.      Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi
5.      Kecepatan jangkauan terhadap audience yang besar relatif lambat
6.      Efek yang mungkin terjadi ialah perubahan sikap.
Dari berbagai sumber tersebut diatas maka dapat dirumuskan bahwa karakteristik komunikasi antar pribadi adalah :
1.Spontan dan terjadi sambil lalu saja (umumnya tatap muka),
Tatap muka pada umumnya memiliki sebuah efek lebih kepada individu yang melakukan aktifitas komunikasi.
2. Terjadi secara kebetulan di antara peserta yang tidak mempunyai identitas yang belum tentu jelas
3. Berakibat sesuatu yang disengaja maupun tidak disengaja
4. Kerapkali berbalas-balasan
Pihak-pihak saling bergantung satu sama lainnya dalam proses komunikasi, Arus pesannya dua arah.
5. Mempersyaratkan adanya hubungan paling sedikit dua orang, serta hubungan harus bebas, bervariasi, adanya keterpengaruhan.
Setiap orang lebih suka berkomunikasi dengan orang lain dan berusaha supaya lebih dekat dengan pasangannya. Faktor kedekatan itu biasanya terutama menyatakan hubungan mereka. Dengan kedekatan tersebut maka akan melahirkan suatu kebebasan untuk menyatakan pendapatnya dalam percakapan diantara mereka. Setelah bebas maka berbagai variasi dalam percakapan pun dapat dilakukan tanpa pihak yang lain merasa tersinggung.
6.Harus membuahkan hasil
Komunikasi antar pribadi dikatakan sukses apabila membawa hasil. Hasil-hasil komunikasi harus nyata merubah cara pandang/wawasan, perasaan, maupun perilaku yang nyata. Hasil komunikasi ini menentukan sukses tidaknya komunikasi yang telah dilaksanakan. Komunikasi antar pribadi saling mempengaruhi dan mengubah.
7.Menggunakan berbagai lambang-lambang bermakna.
Komunikasi antar pribadi adalah verbal dan non verbal. Komunikasi terjadi biasanya dengan percakapan / dialog, namun kata-kata tidaklah cukup, kadang disertai dengan lambang-lambang untuk menjelaskan makna atau maksud anda atau memperkuat pertanyaan yang disampaikan. Gerakan tubuh tertentu dapat menunjukkan pesan tertentu jika diwujudkan bersamaan dengan pengucapan kata-kata. Fungsi dari lambang, bahwa seorang komunikator menerjemahkan suatu pesannya dengan lambang tertentu demi pesan itu sendiri dan memperkuat makna pesan itu. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan dimana dia terlibat di dalamnya.
      5.      Proses Komunikasi Antar Pribadi

Sebagai suatu proses, komunikasi antarpribadi merupakan rangkaian tindakan, kejadian dan kegiatan yang terjadi secara terus-menerus atau bisa dibilang merupakan suatu yang dinamis. Artinya, segala sesuatu yang tercakup dalam komunikasi antarpribadi selalu dalam keadaan berubah, yakni para pelaku, pesan maupun lingkungannya.
proses komunikasi antarpribadi dapat digambarkan sebagai proses yang sirkuler (artinya adalah bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi antarpribadi bertindak sebagai pembicara sekaligus pendengar dan sebagai actor sekaligus reactor) dan terus menerus (sebagai proses yang terus menerus diartikan bahwa komunikasi berlangsung tanpa henti, sehingga batasan awal dan berakirnya komunikasi antarpribadi menjadi tidak jelas).


            Menurut Bovee dan Thill, proses komunikasi terdiri atas enam tahap, yaitu:
1.Pengirim mempunyai suatu idea tau gagasan.
2.Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan.
3.Pengirim menyampaikan pesan.
4.Penerima menerima pesan.
5.Penerima menafsirkan pesan.
6.Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim.

Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian  pesan untuk mewujudkan motif  komunikasi.  Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
11.      Penginterprestasian
 Hal yang diinterpretasikan adalah motif  komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator  berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses  penerjemahan motif  komunikasi ke dalam pesan disebut
interpreting 

22.      Penyandian
Tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding akal budi manusia  berfungsi sebagai encorder  , alat penyandi: merubah pesan abstrak menjadi konkret.
33.      Pengiriman
 Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter  , alat pengirim pesan. 
44.      Perjalanan
 Tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak  pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan. 
55.      Penerimaan
            Tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan. 
66.      Penyandian Balik 
            Tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang  berfungsi sebagai receiver   hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding)
77.      Penginterpretasian
 Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi  berhasil diurai kan dalam bentuk  pesan. 
            Proses komunikasi dapat dilihat dari beberapa perspektif :
18.      Perspektif  Psikologis
Perspektif ini merupakan tahapan komunikator  pada  proses encoding  , kemudian hasil
encoding ditransmisikan kepada komunikan sehingga terjadi komunikasi interpersonal. 
29.      Perspektif Mekanis
Perspektif ini merupakan tahapan disaat komunikator mentransfer  pesan dengan bahasa verbal/non verbal. Komunikasi ini dibedakan :
·         Proses Komunikasi Primer
Proses komunikasi  primer adalah penyampaian  pikiran oleh komunikator kepada komunikan menggunakan lambang sebagai media. 
·         Proses Komunikasi Sekunder
Merupakan penyampaian pesan dengan menggunakan alat setelah memakai lambang sebagai media  pertama.
·         Proses Komunikasi Linier
Penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal.
·         Proses Komunikasi Sirkular
Terjadinya feedback  atau umpan balik dari komunikan ke komunikator. 

5   5.      Komunikasi Antarpribadi Secara Verbal dan Nonverbal

1.     Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan penting.
Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
1.      Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu adalah:
a.       Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita;
b.      Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia
c.       Untuk menciptaakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
Bagaimana mempelajari bahasa? Menurut para ahli, ada tiga teori yang membicarakan sehingga orang bisa memiliki kemampuan berbahasa.
Teori pertama disebut Operant Conditioning yang dikembangkan oleh seorang ahli psikologi behavioristik yang bernama B. F. Skinner (1957). Teori ini menekankan unsur rangsangan (stimulus) dan tanggapan (response) atau lebih dikenal dengan istilah S-R. teori ini menyatakan bahwa jika satu organism dirangsang oleh stimuli dari luar, orang cenderung akan member reaksi. Anak-anak mengetahui bahasa karena ia diajar oleh orang tuanya atau meniru apa yang diucapkan oleh orang lain.
Teori kedua ialah teori kognitif yang dikembangkan oleh Noam Chomsky. Menurutnya kemampuan berbahasa yang ada pada manusia adalah pembawaan biologis yang dibawa dari lahir.
Teori ketiga disebut Mediating theory atau teori penengah. Dikembangkan oleh Charles Osgood. Teori ini menekankan bahwa manusia dalam mengembangkan kemampuannya berbahasa, tidak saja bereaksi terhadap rangsangan (stimuli) yang diterima dari luar, tetapi juga dipengaruhi oleh proses internal yang terjadi dalam dirinya.

2.      Kata
Kata merupakan unti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambing yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.

2.     Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal, tanpa kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Dalam berkomunikasi hampir secara otomatis komunikasi nonverbal ikut terpakai. Karena itu, komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.
Nonverbal communication is all aspects of communication other than words themselves. It includes how we utter words (inflection, volume), features, of environments that affect interaction (temperature, lighting), and objects that influence personal images and interaction patterns (dress, jewelry, furniture). (Komunikasi nonverbal adalah semua aspek komunikasi selain kata-kata sendiri. Ini mencakup bagaimana kita mengucapkan kata-kata (infleksi, volume), fitur, lingkungan yang mempengaruhi interaksi (suhu, pencahayaan), dan benda-benda yang mempengaruhi citra pribadi dan pola interaksi (pakaian, perhiasan, mebel).
Komunikasi non verbal dapat berupa bahasa tubuh, tanda (sign), tindakan/perbuatan (action) atau objek (object).
Bahasa Tubuh. Bahasa tubuh yang berupa raut wajah, gerak kepala, gerak tangan,, gerak-gerik tubuh mengungkapkan berbagai perasaan, isi hati, isi pikiran, kehendak, dan sikap orang.
Tanda. Dalam komunikasi nonverbal tanda mengganti kata-kata, misalnya, bendera, rambu-rambu lalu lintas darat, laut, udara; aba-aba dalam olahraga.
Tindakan/perbuatan. Ini sebenarnya tidak khusus dimaksudkan mengganti kata-kata, tetapi dapat menghantarkan makna. Misalnya, menggebrak meja dalam pembicaraan, menutup pintu keras-keras pada waktu meninggalkan rumah, menekan gas mobil kuat-kuat. Semua itu mengandung makna tersendiri.
Objek. Objek sebagai bentuk komunikasi nonverbal juga tidak mengganti kata, tetapi dapat menyampaikan arti tertentu. Misalnya, pakaian, aksesori dandan, rumah, perabot rumah, harta benda, kendaraan, hadiah.